Pages

Minggu, 23 Januari 2011


Saat ini Lebih baik ku ‘DIAM’

Diam, untuk tak mengeluarkan kata-kata yang tak berguna..

Diam, untuk menyatakan diriku tak bersalah

Diam, untuk kesekian kalinya tiap kau menunjuk kearah mukaku dengan pernyataan akulah si ‘biang petaka'.

Diam, dengan seribu ungkapan kekesalan hatiku agar kau tak marah..

Diam, agar semua tak tahu, betapa hancurnya hatiku, kecewa dan sakit karena sikapmu..

Diam, disetiap aku ingin berucap kau seperti mencekik leherku, mencekat kerongkonganku dengan tatapan matamu

Diam, dengan seribu tanya dari orang di sekelilingku, ‘kenapa aku harus diam?’…

Aku disini akan tetap terdiam,,
diam dengan tangis yang mengalir laksana air bah yang hanya mampu ku ungkapkan pada dinding kamarku..

Diam,,
untuk menyatakan aku sudah tak sanggup,
Tak sanggup lagi menaiki kapal itu, yang nahkodanya di kemudikan olehmu.. 

Biarlah,,
biarlah aku disini dipinggiran dermaga,
mencari kapal lain yang akan singgah, yang mungkin si empunya bisa menerimaku dengan keadaan seperti ini..
Daripada ‘kamu’ yang selalu menganggapku tak berguna..

pergilah,,
tarik sauhmu, pergi kemanapun kau mau..
Carilah dan kaislah sampai di dermaga manapun yang kau singahi,,
Aku yakin, kau takkan mendapatkan seorang yang kau cari.
Karena kau mencari seorang ‘BIDADARI’ yang tak ada di jagat raya ini..







2 komentar:

Andri Edisi Terbatas mengatakan...

ku rasa diammu sudah benar...

* dalem bgt mbak makna tulisannya...apalg diiringi oleh lagu "my memory and only you", hmmm jd makin tersedu sedan deh...

Senandung Aksara Hati mengatakan...

dalem bgt ya ndrie?,, kyak nyangkul brpa empang?.. hehehehe
pdhl baru ajah kuganti 'once', gak nyentuh kyaknya ya.. :)

Posting Komentar

best blogger tipsSnow Fall Blog Gadget